Senin, 14 Desember 2015

Voli di Garut Jawa Barat

Liburan Asyik di Garut - Turnamen antar Club Bola Voli ngabuburit ke 5 yang di gelar Detasemen Polisi Militer III/2 Garut, Jawa Barat berjalan berhasil serta medapat ketertarikan dari beberapa ribu warga yang berniat datang untuk nikmati aktivitas teratur yang diadakan Denpom III/2 Garut pada tiap-tiap bln. suci Ramadhan.

Terkecuali juga sebagai arena hiburan warga ketika ngabuburit sepanjang bln. suci Ramadhan, aktivitas turnament bola voli Denpom III/2 ini dapat ditujukan untuk menjaring biti-bitit atlit bola voli untuk pengembangan Prestasi olah raga bola Voly di Garut.

" Alhamdulillah ini telah th. ke lima penyelenggaraan turnamen bola voli yang teratur kita kerjakan tiap-tiap bln. Juli satu diantaranya dalam rencana memperingati HUT POM TNI serta ini sangatlah luar umum memperoleh ketertarikan beberapa ribu pemirsa yang dengan cara kebetulan momennya bertepatan dengan bln. Ramadhan ", Kata Letkol CPM Ari Widiyanto, Komandan Detasemen Polisi Militer III/2 Garut, waktu didapati disela-sela aktivitas, Kamis (9/7/2015).

Menurut dia, aktivitas turmament Bola voli itu juga di gelar dalam kerangka mecari bibit-bibit atlit olah raga bola voli utuk tingkatkan prestasi olah raga di Kabupaten Garut.

" Ini karena kebersamaan kami dengan Dinas Pemuda serta Olah raga Kabupaten Garut, KONI dan beberapa intansi berkenaan yang lain yang dengan cara penuh mensupport hingga terwujud dengan meriah serta lancar ". Katanya.

Pihak Dinas Pemuda serta Olah Raga Kabupaten Garut juga sebagai dinas yang mempunyai kebutuhan dengan cara segera dengan pembinaan olah raga mengapresiasi serta mensupport penuh aktivitas itu.

" Pada dasarnya ini sangatlah luar umum hingga hadirnya turnamen olah raga ini bisa jadi parameter untuk mengukur capaian prestasi olah raga tersebut, oleh karena itu kami sangatlah mensuport penuh walau dengan semua terbatasnya yang ada ". Kata Kuswendi, Kepala Dinas Pemuda serta Olah raga Kabupaten Garut.

Disamping itu perwakilan KONI Kabupaten Garut yang diwakili Sekeretaris Umum H. Abdus Syakur Amien mengemukakan perkataan terimakasih pada penyelangaraan teratur aktivitas olah raga bola voli yang berkelanjutan selalu dikerjakan oleh Danpom III/2 Garut sampai masuk th. kelima. Voly di Bayongbong

" Ini betul-betul aktivitas yang membanggakan, di mana antuasias orang-orang demikian besar melihat turmanen olah ini, walau sebenarnya ini bukanlah lapangan olah raga tetapi diadakan di kmpleks Kantor Denpom, tetapi ketertarikan ini jadi bukti bila semangat untuk tingkatkan prestasi olah raga sangatlah besar sekali ", Katanya.

Abdus Syakur menyatakan potensi yang besar ini mesti selalu di kembangkan untuk penambahan olah raga khusunya bola voli, walau dengan cara prestasi dievent-event resmi belum cukup membanggakan.

" memanglah untuk preatsi bola voli indor sepeti ini masih tetap belum menggembirakan, tetapi untuk bola voli pantai Garut cukup berpretasi ditingkat regional, oleh karena itu ini mesti selalu ditingkatkan untuk meraih pretasi olah raga bola voli ini " Paparnya.

Disamping itu, pada kompetisi final turamen bola voli Bupati Cup ke 5 Ramadhan 1436 hijriah atau juli 2015 yang di gelar Denpom III/2 Garut ini sukses dimenangkan club bola voli Sabda alam dengan memboyong pila juara I dan Trophy bergilir Bupati Garut tersebut duit pembinaan sebesar 5 juta rupiah

Senin, 07 Desember 2015

Sejarah Kota Garut

Limbangan, Awal Mula Kota Garut
  • Limbangan adalah satu diantara daerah yang subur makmur, aman, serta tenteram. Pada saat penyebaran agama Islam di Jawa Barat, Sunan Syarif Hidayatullah menunjuk Raden Widjajakusumah juga sebagai Bupati pertama Limbangan serta juga sebagai wakil beliau yang menukar Dalam Prabu Liman Sendjaya.
  • 24 Maret 1706, Limbangan dikembalikan statusnya jadi Kabupaten Limbangan oleh VOC serta menunjuk Rangga Mertasinga juga sebagai bupatinya.
  • 2 Maret 1811, Kabupaten Limbangan dibubarkan oleh Gubernur Jendral Daendels yang disebut penguasa paling tinggi pemerintah kolonial Belanda. Argumennya yaitu lantaran produksi kopi didaerah itu alami penurunan sampai titik paling rendah dan ada penolakan dari bupat untuk menanam nila.
  • 16 Februari 1813, Gubernur General Raffles lewat surat keputusannya kembalikan status Limbangan jadi kabupaten di Keresidenan Priangan, dengan Tumenggung/Adipati Adiwidjaja juga sebagai Bupati Limbangan.
  • Terkait dengan pengembalian status Limbangan jadi Kabupaten, jadi Adipati Adiwidjaja mencari tempat untuk ibu kota kabupaten yang pas lantaran Suci wilayahnya sempit serta tak subur lagi.
  • Beliau membuat panitia untuk mencari daerah yang pas untuk ibu kota. Awalannya daerah Cimurah, 3 km timur Suci. Tetapi daerah itu susah air bersih. Lantas berubah 5 km ke arah barat Suci, serta temukan tempat yang pas sesuai sama persyaratan serta keperluan pemerintahan serta orang-orang. Tanah subur, air yang bersih, serta dikelilingi gunung-gunung.
  • 15 September 1813, peletakkan batu pertama pembangunan fasilitas serta prasarana ibukota, seperti rumah, pendopo, kantor asisten residen, mesjid, serta alun-alun. Ada juga Babancong, tempat bupati berpidato di depan pendopo.
  • Th. 1889, di bangun stasiun kereta Cibatu untuk menyangga aktivitas pengangkutan hasil perkebunan di Garut serta tempat pemberhentian petinggi Belanda.
  • 14 Agustus 1925, Kabupaten Garut disahkan jadi daerah otonom oleh Gubernur Jenderal dengan R. A. A Soeria Kartalegawa sebagai bupati pertama memimpin Kabupaten Garut.
Momen Utama Dalam Menjaga Kedaulatan
  1. 19 Juli 1919, berlangsung Pertempuran Cimareme pada Belanda yang di pimpin oleh Haji Hasan karena penolakannya atas sikap semena-mena Belanda dengan kebijakan Ketentuan Pembelian Padi.
  2. 12 Oktober 1945, berlangsung pertempuran Kubang di Banyuresmi dalam menghadang konvoi pasukan Jepang yang bakal masuk ke Garut dari arah Ujung Berung, Bandung.
  3. 3 September 1947, Momen Leuwigoong di Garut, waktu lakukan penghadangan pada tentara Belanda yang tengah lakukan melakukan perjalanan dari arah Leles-Cibatu memakai kendaraan truk.
  4. 17 April 1952, berlangsung penyerangan DI/TII di Desa Cipari serta Pesantren Cipari, Wanaraja oleh seputar 3000 pasukan DI/TII pimpinan Sekarmadji Maridjan Kartosoewiryo.
Hari jadi Garut

Awalannya pada orang-orang memiliki pendapat bahwa hari jadi Garut jatuh pada tanggal 17 Maret 1913, tetapi mulai th. 1963 Hari Jadi Garut diperingati pada tanggal 17 September sesuai sama temuan tulisan di jembatan Leuwidaun saat sebelum direnovasi. Tetapi penanggalan ini dirubah dalam PERDA Kab. DT II Garut No. 11 Th. 1981 perihal Penetapan Hari Jadi Garut yang diundangkan dalam Lembaran Daerah pada tanggal 30 Januari 1982 serta diputuskan Hari Jadi Garut itu jatuh pada tanggal 17 Maret 1813. Tetapi Hari Jadi Garut dirubah jadi tangga 16 Februari 1813 lantaran Kabupaten Limbangan digantikan oleh Kabupaten Garut serta bupati pertama pasca pembubaran Kabupaten Limbangan jadi Kabupaten Garut dilantik.

Asal Mula Nama Garut

Bupati Adiwijaya berbarengan perwakilan Belanda mencari tempat yang pas untuk ibukota kabupaten. Sesudah penelusuran, diketemukan satu daerah yang subur serta dikelilingi gunung.

Ketika temukan mata air, seseorang panitia tangannya terluka disebabkan kakarut (tergores-red) semak belukar. Perwakilan Belanda itu tak dapat melafalkan kata kakarut dengan terang serta mengatakan gagarut. Sejak momen tersebut beberapa panitia menamai tanaman semak belukarnya itu dengan Ki Garut serta telaga dari sumber mata airnya nya dengan nama Ci Garut. Hingga Sekarang Kota Garut ini mempunyai banyak Tempat Wisata menarik yang dapat anda kunjungi.