Senin, 07 Desember 2015

Sejarah Kota Garut

Limbangan, Awal Mula Kota Garut
  • Limbangan adalah satu diantara daerah yang subur makmur, aman, serta tenteram. Pada saat penyebaran agama Islam di Jawa Barat, Sunan Syarif Hidayatullah menunjuk Raden Widjajakusumah juga sebagai Bupati pertama Limbangan serta juga sebagai wakil beliau yang menukar Dalam Prabu Liman Sendjaya.
  • 24 Maret 1706, Limbangan dikembalikan statusnya jadi Kabupaten Limbangan oleh VOC serta menunjuk Rangga Mertasinga juga sebagai bupatinya.
  • 2 Maret 1811, Kabupaten Limbangan dibubarkan oleh Gubernur Jendral Daendels yang disebut penguasa paling tinggi pemerintah kolonial Belanda. Argumennya yaitu lantaran produksi kopi didaerah itu alami penurunan sampai titik paling rendah dan ada penolakan dari bupat untuk menanam nila.
  • 16 Februari 1813, Gubernur General Raffles lewat surat keputusannya kembalikan status Limbangan jadi kabupaten di Keresidenan Priangan, dengan Tumenggung/Adipati Adiwidjaja juga sebagai Bupati Limbangan.
  • Terkait dengan pengembalian status Limbangan jadi Kabupaten, jadi Adipati Adiwidjaja mencari tempat untuk ibu kota kabupaten yang pas lantaran Suci wilayahnya sempit serta tak subur lagi.
  • Beliau membuat panitia untuk mencari daerah yang pas untuk ibu kota. Awalannya daerah Cimurah, 3 km timur Suci. Tetapi daerah itu susah air bersih. Lantas berubah 5 km ke arah barat Suci, serta temukan tempat yang pas sesuai sama persyaratan serta keperluan pemerintahan serta orang-orang. Tanah subur, air yang bersih, serta dikelilingi gunung-gunung.
  • 15 September 1813, peletakkan batu pertama pembangunan fasilitas serta prasarana ibukota, seperti rumah, pendopo, kantor asisten residen, mesjid, serta alun-alun. Ada juga Babancong, tempat bupati berpidato di depan pendopo.
  • Th. 1889, di bangun stasiun kereta Cibatu untuk menyangga aktivitas pengangkutan hasil perkebunan di Garut serta tempat pemberhentian petinggi Belanda.
  • 14 Agustus 1925, Kabupaten Garut disahkan jadi daerah otonom oleh Gubernur Jenderal dengan R. A. A Soeria Kartalegawa sebagai bupati pertama memimpin Kabupaten Garut.
Momen Utama Dalam Menjaga Kedaulatan
  1. 19 Juli 1919, berlangsung Pertempuran Cimareme pada Belanda yang di pimpin oleh Haji Hasan karena penolakannya atas sikap semena-mena Belanda dengan kebijakan Ketentuan Pembelian Padi.
  2. 12 Oktober 1945, berlangsung pertempuran Kubang di Banyuresmi dalam menghadang konvoi pasukan Jepang yang bakal masuk ke Garut dari arah Ujung Berung, Bandung.
  3. 3 September 1947, Momen Leuwigoong di Garut, waktu lakukan penghadangan pada tentara Belanda yang tengah lakukan melakukan perjalanan dari arah Leles-Cibatu memakai kendaraan truk.
  4. 17 April 1952, berlangsung penyerangan DI/TII di Desa Cipari serta Pesantren Cipari, Wanaraja oleh seputar 3000 pasukan DI/TII pimpinan Sekarmadji Maridjan Kartosoewiryo.
Hari jadi Garut

Awalannya pada orang-orang memiliki pendapat bahwa hari jadi Garut jatuh pada tanggal 17 Maret 1913, tetapi mulai th. 1963 Hari Jadi Garut diperingati pada tanggal 17 September sesuai sama temuan tulisan di jembatan Leuwidaun saat sebelum direnovasi. Tetapi penanggalan ini dirubah dalam PERDA Kab. DT II Garut No. 11 Th. 1981 perihal Penetapan Hari Jadi Garut yang diundangkan dalam Lembaran Daerah pada tanggal 30 Januari 1982 serta diputuskan Hari Jadi Garut itu jatuh pada tanggal 17 Maret 1813. Tetapi Hari Jadi Garut dirubah jadi tangga 16 Februari 1813 lantaran Kabupaten Limbangan digantikan oleh Kabupaten Garut serta bupati pertama pasca pembubaran Kabupaten Limbangan jadi Kabupaten Garut dilantik.

Asal Mula Nama Garut

Bupati Adiwijaya berbarengan perwakilan Belanda mencari tempat yang pas untuk ibukota kabupaten. Sesudah penelusuran, diketemukan satu daerah yang subur serta dikelilingi gunung.

Ketika temukan mata air, seseorang panitia tangannya terluka disebabkan kakarut (tergores-red) semak belukar. Perwakilan Belanda itu tak dapat melafalkan kata kakarut dengan terang serta mengatakan gagarut. Sejak momen tersebut beberapa panitia menamai tanaman semak belukarnya itu dengan Ki Garut serta telaga dari sumber mata airnya nya dengan nama Ci Garut. Hingga Sekarang Kota Garut ini mempunyai banyak Tempat Wisata menarik yang dapat anda kunjungi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar